NIM Mailing List
INFORMATION
Pesan Penggagas
Arsip Berita
Tempat Diskusi
PHOTOS & VIDEO
Photos Gallery
Dephan
Videos Gallery
Wallpaper
CAMPAIGN
Buku Kebangsaan
Pesta Rakyat
Diskusi
Penghargaan
Petisi Online
P.P.S.T.K
SIMPOSIUM
2009
2008
2007
2006
2005
AWARENESS
Bibit Disintegrasi
Budaya dlm Gambar
LINKS
Aumkar.org
ForADokSi-BIP
One Earth Media
One Earth Radio
 
 

Berikut ini adalah beberapa komentar dari para peserta yang mengikuti Simposium Kebangsaan "BagiMu Ibu Pertiwi: Saatnya Anak Bangsa Bersuara" yang diselenggarakan oleh NIM (National Integration Movement) pada tanggal 1 September 2005 yang sekaligus juga dicanangkan sebagai Hari Bhakti bagi Ibu Pertiwi. Para pembicara yang berkomitmen untuk mencintai Ibu Pertiwi dan berbicara antara lain adalah (urut dari pembicara pertama):

  • Maya Safira Muchtar, Ketua NIM - Semangat dan Bangga Jadi Orang Indonesia
  • Anand Krishna, Penggagas NIM - Keinginan Tunggal yang Muncul dari Cinta
  • Sutiyoso, Gubernur DKI Jakarta - Membangun Ibukota yang Membanggakan
  • Muladi, Gubernur Lemhanas - Jangan Ada Kelompok yang Memaksakan Kehendak
  • Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan RI - Mukjizat Bernama Indonesia
  • Franz-Magnis Suseno, Rohaniwan Katholik, Budayawan - Jangan Menolak Yang Lain dengan Kekerasan.
  • Bhikku Dhammasubho Thera, Tokoh Buddhis, Guru Besar Filsafat - Menoleh Kembali Sejarah Budaya
  • Nathan Setiabudi, Tokoh Kristiani - Menghormati Ibu Pertiwi, Menghormati Kemanusiaan
  • Budi S. Tanuwibowo, Tokoh Khonghucu - Tidak Ada Minoritas dalam Konsep Kebangsaan
  • H.S. Dillon, Tokoh LSM - Tak Ada Persatuan Tanpa Keadilan
  • Siswono Yudo Husodo, Tokoh Masyarakat dan Pengusaha - Kekuatan Itu Bersemayam dalam Hati Sanubari
  • Miranty Abidin, Tokoh Perempuan, Konsultan Public Relation - Janganlah Lagi Perempuan Dimarjinalkan
  • Slamat Rahardjo, Tokoh Perfilman - Colonialism and Imperialism are Still There
  • Widi - AB Three, Kelompok Vokal Populer - Pakaian Pun Identitas Bangsa
  • Wayan Suwarjaya, Dirjen Bimas Hindu-Buddha - Belajar Harmoni Dari Alam
  • Bambang Harymurti, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo - Kejahatan Muncul Ketika Kita Berdiam Diri
  • Okan Cornelius & Donna Agnesia, Artis - Mengapa Karena Beda Agama, Kita Tidak Menyatu?

Setelah mengikuti para pembicara, mendengar lagu-lagu kebangsaan dan berbagai tarian dalam simposium tersebut. Inilah komentar para peserta yang tidak mau ketinggalan untuk Angkat Bicara. Komentar dikumpulkan oleh NIM secara spontan yang disampaikan dengan secarik kertas atau ada juga mereka yang mengirimkan tulisan khusus.

  • Amin-Ratna, Peserta Simposium dari Bekasi - Ini yang sudah lama saya tunggu-tunggu. Ibu Pertiwi bersatu. Selama ini saya merasa terganggu dalam pikiran saya. Terima kasih kepada pencetus dan penyelenggara. Semoga sukses selalu.
  • Murid SMU, Peserta Simposium - Suatu acara yang cukup menarik, serta dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Acara seperti ini harus lebih sering diadakan terutama untuk kalangan murid-murid SMU. Jangan kebanyakan dan kelamaan ceramah.
  • Anonim, Peserta Simposium - Acara seperti ini bagus melihat kondisi saat ini. Hanya mohon agar kalangan pendidikan juga diikutsertakan terustama gurunya.
  • Ir. Heksanandono - I wish National Integration Movement menjadi suatu gerakan moral yang dapat mengubah manusia Indonesia menjadi lebih arif, bijaksana, cinta sesama, melihat perbedaan menjadi sesuatu yang menjadikan kita menjadi satu. Manusia dilahirkan penuh dengan perbedaan. Tugas kita sebagai anak bangsa untuk menyatukan visi dan misi agar tercipta keadilan di Bumi Pertiwi. Damailah Indonesia dengan segala perbedaannya.
  • Pemuda Demokrat Kabutan Garut - Acara ini harus dilakukan di setiap kabupaten. Paling tidak dalam wilayah propinsi secara menyeluruh..
  • Drs. Wayan Suwira Satria, MM, Cendekiawan - Kita Jadi Bodoh Karena Tak Memahmi Diri Sendiri.
  • Anonim, Peserta Simposium - Gerakan ini perlu lebih dimasyrakatkan, khususnya di daerah-daerah.
  • Eddy Waluyo, Peserta Simposium - Dengan diadakannya kegiatan ini, saya sangat bangga untuk meneruskan dan mensosialisasikannya ke seluruh bangsa kita melalui pendidikan, organisasi pemuda maupun lainnya. Agar benar-benar pemuda-pemudi kita mencintai Bangsa kita Indonesia. Bagimu Ibu Pertiwi. Lanjutkan perjuangan ini, apapun yang akan dihadapi.
  • Permadi, Peserta Simposium - Hanya dengan rasa kebangsaan Indonesia akan menjadi jaya.
  • Irawan Alwi, Peserta Simposium - Saya menangis karena sudah lama sekali tidak menyanyikan atau mendengar lagu-lagu kebangsaan. Mari kita kobarkan semangat cinta Ibu Pertiwi dengan mengumandangkan lagi lagu-lagu kebangsaan di sekolah-sekolah, televisi, bioskop, radio, dan lain-lain. Maju terus NIM!
  • Anonim, Peserta Simposium - Dalam menyebarkan pesan cinta kasih memang harus disebarkan dengan kesadaran akan pluralisme. Saya sangat, sangat, sangat TERGUGAH!
  • Anonim, Peserta Simposium - Acara ini bagus sekali. Perlu frekuensi lebih sering. Di televisi atau tempat-tempat yang representatif.
  • Anonim, Peserta Simposium - Upayakan cepat menyebar ke daerah di seluruh Nusantara. Salam Indonesia. Damai Indonesia. Jaya Indonesia!
  • Canisius, Peserta Simposium - Sangat baik, karena lewat sesuatu acara seperti ini kita sudah berjuang untuk Indonesia.
  • Generasi Muda, Peserta Simposium - BRAVO... acara yang sangat menarik. Sangat berguna bagi generasi muda. Saya sebagai generasi muda baru sadar, kalau rasa kebangsaan saya sudah hilang. Karena tidak percaya saya terhadap negara saya sendiri. Tetapi setelah menghadiri acara NIM ini, saya baru tahu kalau ada gerakan atau tindakan yang mau mengubah Indonesia atau Ibu Pertiwi kita, ke arah lebih baik. Sukses untuk acara ini, yang membuat rasa percaya saya terhadap integrasi nasional muncul kembali.
  • Faned M, Pelajar SMK 27 - Majulah bangsa ini. Walau badai menerpa, kami akan selalu jadi karang pelindung bagi Indonesia.
  • Januar Tasmaan, Peserta Simposium - NIM harus jalan! Kalau bukan sekarang... KAPAN LAGI? Kalau bukan oleh kita sendiri... SIAPA LAGI?
  • Lussy Hernawan, Peserta Simposium - Banggalah dan Pakailah Produksi Dalam Negeri, INDONESIA.
  • Rini Guntur, Pelukis - Terharu...!!! Aku terlahir lagi sebagai orang Indonesia seutuhnya. Memang harus ada gerakan seperti yang dicetuskan pak Anand. Jaya dan bersatu Indonesia!

Berangkat dari Simposium ini, ternyata masih ada Cinta, Harapan dan Kerinduan di hati setiap anak Bangsa untuk bertekad bersama mewujudkan Indonesia yang Satu dan Jaya.

Laporan Simposium ini telah dibukukan dengan judul "BANGKITLAH BUMI PERTIWI" - [ Klik di sini untuk Melihat ]